Mie RamenYa!

Jakarta
Sabtu, 9 November 2019

Makanan yang paling saya cari ketika berkunjung ke Jakarta tanggal 9 November lalu adalah mie. Awalnya ingin makan bakmi GM atau Yasin yang katanya terkenal di ibukota. Di Malang juga tidak ada cabang yang buka, jadi ingin memanfaatkan kesempatan yang sebentar untuk sekadar menyicip satu mangkok saja. Hanya saja, karena tempat yang tidak bisa digapai beberapa langkah, saya memutuskan untuk mengurungkan niat dan makan mie yang lain.

Berhubung saya dan Erika, teman pena saya yang baru saja nonton Perempuan Tanah Jahanam di Blok M Plaza, akhirnya kita mencari tempat makan yang di sekitaran Mall tersebut. Banyak sekali pilihannya. Saya sampai bingung Mall yang cukup besar bisa se-rame itu. Maklum saja, di Malang, Mall sebesar itu tidak ada dan saya pikir tidak akan pernah ada.

Setelah beberapa putaran mencari, akhirnya kami memutuskan untuk makan ramen. Mie dari Jepang yang kerap saya lihat dalam anime Naruto. Saya belum pernah makan ramen sebelumnya. Khususnya yang buatan koki restoran. Kalau mie instan udah pernah.

Continue reading “Mie RamenYa!”

Tentang Mie

Mie adalah sebuah cara unik untuk menyuplai asupan karbohidrat manusia. Ketika orang-orang kerap memakan beras, umbi-umbian, jagung, atau olahan gandum seperti roti, ada kalangan-kalangan tertentu yang ingin menciptakan sajian baru.

Saya bersyukur orang dulu sudah pernah menemukan mie. Ada opsi di samping nasi yang sudah menjadi makanan pokok orang Indonesia. Mie instan selalu menjadi andalan ketika sedang melepaskan hasrat. Walaupun memang jangan makan terlalu banyak karena tidak baik untuk kesehatan.

Bikin mie sendiri? Udah pernah beberapa kali. Walaupun memang bikinnya rame-rame, bukan sendirian. Adonannya pun juga sudah ada, jadi bukan murni dari resep sendiri. Tapi setidaknya jadi kenal proses pembuatannya. Mulai pemesanan bahan, mengolah adonan, bumbu, menyeduh, menakar antara bumbu dan mie, dan menyajikan hingga siap dimakan.

Sebagai makanan favorit, saya pikir sudah waktunya untuk membuat kategori tulisan baru. Mie Punya Cerita akan beberapa kali muncul di blog ini. Tergantung budget dan ketersediaan. Manfaat? Nggak ada. Ini buat saya sendiri. Nggak ada pembaca juga nggak masalah. Saya cuman berharap bisa merekam cerita-cerita makan mie yang mungkin akan saya baca di beberapa tahun berikutnya.

Selamat makan mie berikutnya!