Zombieland: Double Tap (2019)

[NO SPOILER]

Columbus punya puluhan aturan agar bisa selamat dari sebuah Zombie Apocalypse. Salah satunya adalah double tap. Peraturan nomer 2 yang tak boleh dilewatkan. Kita harus waspada dan menghancurkan bagian kepala zombie agar ia tak hidup lagi. Konflik film kali ini berbeda. Ada beberapa zombie jenis baru yang punya penanganan khusus.

Gaya storytelling (baca: bawel) yang dibawakan Jesse Eisenburg sebagai pembuka film kali ini lebih memikat. Hanya saja, karena sudah 10 tahun mereka bergelut di dalam ‘taman bermain’, Columbus tidak lagi merapal aturan-aturan yang ia buat sendiri.

4 karakter utama tetap mendapat porsi besar dalam film ini. Bedanya, kali ini mereka lebih sering bersama. Drama-drama kecil seperti Little Rock (Abigail Breslin) yang beranjak dewasa, hubungan Tallahassee (Woody Harrelson) dengan Little Rock, dan hubungan Columbus dengan Wichita (Emma Stone). Serta konflik-konflik lain yang akan kalian pahami lebih rinci jika menonton.

Continue reading “Zombieland: Double Tap (2019)”

Joker (2019): A Villain’s Journey

[SPOILER ALERT!!!]

Heath Ledger sempat didapuk sebagai salah satu karakter Joker terbaik yang pernah dimiliki penggemar DC. Kala itu, Christopher Nolan mampu meramu cerita trilogi Batman yang menampilkan 3 sisi Batman. Ketakutan, kekacauan, dan kehancuran. Joker muncul menjadi karakter yang menyulut kekacauan di kota Gotham. Menjadikan Batman kalah telak dalam pertarungan. Joker berhasil membuat Batman membunuh Harvey Dent.

Selepas kematian Heath Ledger beberapa tahun silam, kali ini, Joker hadir kembali dengan wajah dan pemain yang berbeda. Joaquin Phoenix menjadi pemeran utama dalam film besutan Todd Phillips yang berfokus pada kisah awal mula bagaimana Joker terbentur dan terbentuk.

Jika Marvel kerap memunculkan cerita hero’s journey yang secara garis besar memiliki motivasi, halangan, dan titik balik yang harus dilewati oleh si calon pahlawan, maka kali ini DC ingin sesuatu yang berbeda. Karakter ikonik yang sudah puluhan tahun menjadi rival abadi Batman, muncul untuk menyemarakkan dan menghancurkan taman bermain para pahlawan.

Mengisahkan seorang stand up comedian atau komika bernama Arthur Fleck yang memiliki penyakit pseudobulbar, yang membuat Arthur rentan untuk tertawa tak terkendali meskipun suasananya tidak lucu sama sekali. Tertawanya pun tidak terdengar menyenangkan. Sebaliknya, penonton dibuat tidak nyaman mendengar tawa Arthur yang terasa menyakitkan.

Continue reading “Joker (2019): A Villain’s Journey”

Peanut Butter Falcon (2019)

[NO SPOILER] Sebuah ulasan film.

Zak adalah seoarang anak down syndrome yang sangat mengidolakan aktor gulat bernama Salt Water Redneck. Ia selalu menonton video gulat di televisi kecil yang ada di ruangannya. Walaupun itu rekmanan yang sama, ia bisa menontonnya hingga 8 kali sehari. Rekaman-rekaman tersebut membawa Zak pada satu tujuan. Ia ingin berlatih gulat bersama idolanya di sekolah gulat yang didirikan Salt Water Redneck. Cerita petualangan Zak dimulai dari premis tersebut.

Oh iya, sebagai catatan, Zack Gottsagen ini punya down syndrome betulan. Karakter down syndrome yang dia perankan bukan hanya sebuah karakter film, tapi merupakan salah satu bagian dari dirinya sendiri.

Selain Zak yang bikin gemes, ada Tyler (Shia LaBeouf), seorang buronan yang ingin pergi ke Florida dan ada Eleanor (Dakota Johnson), wanita pengurus Panti Jompo yang cukup dekat dengan Zak (Zack Gottsagen). Tiap dialog, ekspresi, dan chemistry-nya sangat hangat. Khususnya antara dua buron Zak dan Tyler.

Continue reading “Peanut Butter Falcon (2019)”

Pretty Boys (2019)

[NO SPOILER] Sebuah ulasan film.

Desta dan Vincent telah malang melintang di jagad hiburan. Keduanya telah mencatatkan berbagai judul film dalam portofolio mereka. Sayangnya, dua orang yang telah bersahabat selama 27 tahun ini belum pernah sekalipun bermain film dalam judul yang sama.

Menceritakan sebuah kisah pertelevisian, khususnya bagaimana orang-orang dari daerah selain Jakarta yang merantau ke Jakarta untuk menjadi artis. Bagaimana kerasnya dunia hiburan. godaan yang disajikan, dan bagaimana hal tersebut bisa merusak persahabatan. Premis yang sebenarnya cukup penting untuk disampaikan dan Tompi menciptakan film yang masih mudah dicerna oleh penonton.

Logika ceritanya masih bisa dinikmati dengan baik. Termasuk bagaimana hubungan Anugerah (Vincent Rompies) dengan ayahnya (Roy Marteen) yang tidak terlalu baik dan menjadi salah satu konflik dalam cerita. Rahmat (Dedy Mahendra Desta) yang yang mabuk dalam dunia hiburan dan hedonisme. Artis kaget menjadi istilah yang tepat bagi keduanya.

Danilla, secara mengejutkan, bermain cukup baik sebagai Asty. Asty merupakan teman dari Rahmat dan Anugerah. Danilla yang biasanya ngomong jorok juga berhasil memberikan kesan yang berbeda dari penampilannya selama ini.

Continue reading “Pretty Boys (2019)”