Mirai no Mirai (2018)

[NO SPOILER] Sebuah ulasan film.

Judul Bahasa Inggrisnya Mirai of the Future. Secara garis besar menceritakan tentang seorang anak laki-laki (Kun) yang cemburu dengan adik kecil perempuannya (Mirai) yang barusan lahir. Dia akhirnya nggak suka dan nggak pengen jadi kakaknya. Ternyata ada cara magis yang bikin dia berpikir dua kali dan kehidupannya bakal dipenuhi pengalaman-pengalaman keren.

Mamoru Hosoda akhirnya kembali menunjukkan tajinya dalam membuat drama keluarga yang unik sekaligus magis. Masih lengkap dengan animasinya yang juga keren, film ini mengubah tema yang sebenarnya sederhana menjadi cerita yang luar biasa epik. Nggak salah kalau film ini masuk dalam salah satu jajaran nominasi Oscar tahun ini bersamaan dengan Spider-Man: Into the Spider-Verse, Isle of Dogs, Incredible 2, dan Ralph: Breaks the Internet.

Continue reading “Mirai no Mirai (2018)”

Padman (2018)

[NO SPOILER] Ini ulasan film.

Secara garis besar, film ini merupakan kisah asli dari seorang asli di kehidupan nyata yang ingin membujuk seluruh keluarganya menggunakan pembalut. Iya, kamu nggak salah baca. Beliau merupakan salah satu orang yang peduli dan menolak untuk ikut budaya di daerahnya. Budaya yang menyakiti, bahkan membunuh wanita-wanita yang nggak mau pakai pembalut.

Ketika Steve Jobs pengen bikin komputer buat pasar pendidikan atau pengen masukin 1000 lagu ke kantong putrinya, dia bikin Macintosh dan iPhone. Ketika Tesla pengen bikin roket dengan bahan buatan sendiri, dia bikin Tesla dan SpaceX. Lakshmi (Padman) punya usaha luar biasa agar bisa membuat pembalut yang bisa dipakai untuk wanita India.

Walaupun dia nggak pakai baju sekelas Steve Jobs, bikin roket daur ulang sekelas Elon Musk, tapi dia bisa bikin sesuatu yang mengubah budaya kolot. Sesuatu yang jarang dimiliki orang-orang saat ini karena yang dikejar hanya tahta dan uang. Bukan pemecahan masalah dan kontribusi buat lingkungannya.

Continue reading “Padman (2018)”

Twiceland (2018)

Film dokumenter pertama yang saya tonton tahun ini. Twice merupakan idol group dari Korea pertama yang membukakan jalan saya untuk menjelajahi dunia KPop. Dunia yang saya tidak pernah saya sangka bisa saya nikmati juga hingga saat ini.

Saya pikir ini film dokumenter ini akan menjadi se-epic Coldplay: A Head Full of Dreams, tapi nyatanya tidak demikian. Film ini semacam ini memang membutuhkan sutradara film khusus dibanding dengan JYP yang menurut saya lebih ahli dalam bermusik.

Saya berekspektasi bahwa cerita yang disajikan berkisar seputar kegiatan-kegiatan di balik layar. Sebab menurut saya hal tersebut bisa menjadi nilai jual yang besar. Beberapa footage ketika membuat lagu, latihan dance, dan detail-detail kecil yang mungkin terlewatkan oleh penggemar. Video-video pendek yang disambung menjadi montase bisa menjadi sebuah film dokumenter yang lebih kuat kedekatannya.

Continue reading “Twiceland (2018)”

Milly & Mamet – Ini Bukan Cinta & Rangga (2018)

[NO SPOILER!!!] Cuma ulasan sederhana.

Sebagai asumsi awal, saya bukan penggemar AADC 1 maupun 2. Nonton salah satunya pun belum pernah. Jadi saya murni masuk dan nonton film ini berdasarkan promosi di Twitter dan trailer di YouTube saja. Saya tertarik karena memang ini salah satu garapan Ernest dan ada debut akting mbak Isyana juga yang entah jadi karakter apa.

Saya cuma tahu sedikit soal Milly yang jadi salah satu Geng Cinta di AADC Universe. Sedangkan Mamet jadi secondary character yang punya andil ngasih humor ke penonton setia Cinta dan Rangga. Selebihnya, saya pengen nonton di filmnya langsung saja.


Romance is not my cup of tea. Saya nonton ini jujur karena sutradara dan penulis naskahnya. Jadi saya hanya berekspektasi bahwa film ini lucu karena genre-nya masih ada komedinya. Sudah, nggak lebih dari itu.

Continue reading “Milly & Mamet – Ini Bukan Cinta & Rangga (2018)”