Tentang Mie

Mie adalah sebuah cara unik untuk menyuplai asupan karbohidrat manusia. Ketika orang-orang kerap memakan beras, umbi-umbian, jagung, atau olahan gandum seperti roti, ada kalangan-kalangan tertentu yang ingin menciptakan sajian baru.

Saya bersyukur orang dulu sudah pernah menemukan mie. Ada opsi di samping nasi yang sudah menjadi makanan pokok orang Indonesia. Mie instan selalu menjadi andalan ketika sedang melepaskan hasrat. Walaupun memang jangan makan terlalu banyak karena tidak baik untuk kesehatan.

Bikin mie sendiri? Udah pernah beberapa kali. Walaupun memang bikinnya rame-rame, bukan sendirian. Adonannya pun juga sudah ada, jadi bukan murni dari resep sendiri. Tapi setidaknya jadi kenal proses pembuatannya. Mulai pemesanan bahan, mengolah adonan, bumbu, menyeduh, menakar antara bumbu dan mie, dan menyajikan hingga siap dimakan.

Sebagai makanan favorit, saya pikir sudah waktunya untuk membuat kategori tulisan baru. Mie Punya Cerita akan beberapa kali muncul di blog ini. Tergantung budget dan ketersediaan. Manfaat? Nggak ada. Ini buat saya sendiri. Nggak ada pembaca juga nggak masalah. Saya cuman berharap bisa merekam cerita-cerita makan mie yang mungkin akan saya baca di beberapa tahun berikutnya.

Selamat makan mie berikutnya!

Melahirkan fauziea.com

Berbulan-bulan merencanakan untuk upgrade blog menjadi website seutuhnya, dengan domain .com yang sudah saya impikan sejak tahun lalu, akhirnya mimpi itu terjawab hari ini.

Mengumpulkan uang untuk biaya kuliah dan wisuda beberapa bulan lalu sudah menjadi pekerjaan rumah sendiri. Tidak banyak rupiah yang bisa dikumpulkan untuk membeli Top Domain Level. Masa studi memang cukup menguras tabungan pribadi. Apalagi untuk membuat kartu kredit. Itu adalah hil yang mustahal. Tapi untungnya sebuah kebetulan menjawab permasalahan di atas.

Patjar Merah yang sempat datang di Malang, menjadi titik awal saya membuat kartu Jenius. Ketika hendak membayar buku yang ingin saya beli, ada kakak perempuan berkerudung yang mengeluarkan kartu untuk membayar buku yang ia beli. Warnanya biru muda dan bertuliskan Jenius. Saya kira itu sebuah kartu kredit baru khusus untuk anak muda. Di samping itu, karena dipakai di mesin EDC BCA, saya pikir itu salah satu produk baru dari BCA. Berkat pengalaman itu, saya mulai kepo dan melakukan riset tentang kartu ini.

Kebetulan beberapa hari kemudian, akun shitpost film di Twitter yang saya ikuti, sempat memberikan thread tentang pembajakan Netflix. Salah satu alasan kenapa orang Indonesia kerap melakukan pembajakan dari serial yang disajikan Netflix adalah metode pembayaran. Tidak semua orang punya kartu kredit dan tidak semua mau membuat kartu kredit. Cara yang sedikit berbeda dengan kartu debit belum tentu bisa diterima oleh semua orang. Termasuk saya sendiri.

Continue reading “Melahirkan fauziea.com”