Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019)

[NO SPOILER]

Imperfect menceritakan tentang Rara (Jessica Mila) yang sangat insecure dengan penampilannya yang punya lemak berlebih dan berkulit gelap. Kondisi ibu, adik perempuan, dan lingkungan kantor yang membuatnya semakin tidak nyaman dengan dirinya sendiri dan segala yang ia dapatkan.

Ide cerita ini muncul dari buku Meira Anastasia yang membuat buku berjudul sama. Jika buku Imperfect menceritakan tentang pengalaman hidup dari pengarang bukunya, maka film ini menceritakan cerita fiksi yang ingin menyampaikan bahwa lebih baik bersyukur daripada insekyur.

Rara sendiri diceritakan sudah punya pacar, calon mertua yang penyayang, sahabat baik, adik yang pengertian, dan sebuah sekolah kecil yang ia ajar di lingkungan kurang mampu. Well, looks like everything’s going fine in her life. And so I thought.

Cerita kali ini sangat hangat dan penuh dengan pesan moral. Sangat dekat dengan kondisi masyarakat Indonesia yang punya standard baku, hashtag #bodygoal yang kerap menggaung di lini masa, dan berbagai kejulidan rakyat +62 terkait bentuk serta penampilan seseorang. Bahkan untuk yang sudah terlihat cantik seperti adik Lulu (Yasmin Napper) sekalipun, masih ada rasa tidak aman dan tidak nyaman yang dialami. Mungkin kurang relate dengan saya yang tampangnya biasa-biasa aja, tapi bisa jadi akan sangat terasa oleh figur publik yang eksis di media sosial.

Karakter yang justru berperan baik dalam film ada pada karakter-karakter pembantu seperti 4 bocah kost yang dimainkan para komika, Fey (Shareefa Danish) yang sangat realistis ketika jadi sahabat Rara, serta hubungan menarik antara Dika dan Ibunya. Kalau untuk peran yang lain mungkin agak kurang terasa, karena memang adegan yang ditampilkan juga tidak banyak.

Karakter utamanya justru kurang berasa. Termasuk Rara, yang setiap melihatnya, saya selalu kepikiran soal iklan pemutih kulit yang dimainkan Jessica Mila dan sering nongol di TV. Saya jadi agak kurang percaya dengan konsep menerima ketidaksempurnaan yang diperankan oleh pemain utama.

Terlepas dari itu, usaha Jessica Mila untuk menambah berat badan dan menjadi lebih chubby untuk film ini perlu diapresiasi. Khususnya karena ini film Indonesia dan tidak semua orang mau untuk melakukan perubahan secara fisik untuk memerankan suatu karakter dalam film.

Akhir kata, Imperfect adalah film komedi-drama penutup tahun yang perlu ditonton segera di layar besar. Walaupun memang film tidak selalu bisa menggerakkan orang yang menonton untuk langsung berubah, setidaknya akan ada awalan untuk melakukan diskusi terkait paradigma atau justru stigma yang sudah tertempel dalam benak masing-masing individu Indonesia. Daripada meributkan karier, cinta, dan timbangan menjadi 3 hal terpisah, akan lebih baik jika menyelaraskan dan menumbuhkannya bersama-sama.

Rating: 7.5/10

4 thoughts on “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s