Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

[NO SPOILER]

Rey akhirnya menemukan episode terakhir dari trilogi yang ia mainkan. The Force Awaken menceritakan tentang bagaimana Rey yang seorang pembangkai bisa masuk menjadi salah satu orang paling penting di The Resistance. The Last Jedi menceritakan bagaimana Rey berlatih menjadi seorang Jedi bersama Luke Skywalker yang melegenda. Sedangkan sekarang, Rey bertemu musuh terakhirnya dan menutup petualangan dengan sesuatu yang tak diduga.

Star Wars: The Rise of Skywalker bercerita tentang suara lawas dari seorang legenda bernama Palpatine yang katanya hidup kembali. Rey yang mendapatkan gambaran masa depan, berusaha untuk menemukan Palpatine dan ingin menghabisinya. Di sisi lain, Kylo Ren a.k.a Ben juga ingin mencari Palpatine karena ingin menjaga tahtanya sebagai Supreme Leader yang baru. Konfliknya tentu saja masih fokus pada hubungan antar Rey dan Kylo. Apa mereka bakal tetap bermusuhan? Apa Rey bakal pindah ke dark side? Atau justru Kylo yang balik ke light side?

Hmm, oke, dari segi visual effect saya pikir nggak perlu dipermasalahkan ya. Film bikinan Disney pasti punya puluhan ribu karyawan yang ngerjain berbagai adegan dengan detail. Mulai dari efek tembakan laser, lightsaber, dan makhluk hidup dari berbagai ras yang ditampilkan dalam cerita.

Musiknya juga masih punya ciri khas seperti biasanya. Musik-musik sejak masa Luke Skywalker masih muda, R2D2 dan Threepio masih nongkrong sama Leia dan Han Solo, dan berbagai nostalgic scoring lainnya. Mengembalikan masa-masa awal orang yang ngefans sama saga legendaris ini.

Ada satu momen yang sangat emosional dan bisa bikin saya mewek. Jarang-jarang saya mewek karena film semacam ini. Hanya saya, ini hanya satu adegan. Sisa dari filmnya terasa agak hambar dan kurang menunjukkan persatuan dari para The Resistance. The Rise of Skywalker menggenggam nilai-nilai Disney dengan sangat kuat. Saya berasa nonton Avengers: Endgame untuk kedua kalinya.

Kesimpulannya, terlepas dari berbagai aspek yang saya sampaikan, bagi yang memang suka Star Wars dan udah nonton dari tahun 80an bisa nonton langsung filmnya. Gak perlu ngeliat ulasan yang bervariasi. Apa yang saya utarakan dalam tulisan ini sudah pasti penilaian pribadi. Menonton film sendiri, sejak awal, adalah pengalaman pribadi yang super subyektif. Jadi nikmati saja perjalanan emosional dan spiritual yang disajikan. Layaknya naik Millenium Falcon sama Chewie dan Solo, turbulensi, berbagai pemandangan memanjakan mata, dan berbagai petualangan mendebarkan akan selalu terekam dalam kenangan.

Rating: 6/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s