Ford v Ferrari (2019)

[NO SPOILER]

Film kedua di bulan November setelah Doctor Sleep yang durasinya 2,5 jam. Ford v Ferarri bercerita tentang Ford yang ingin mengalahkan Ferarri dalam kejuaran Le Mans. Salah satu kejuaran mobil balap paling bergengsi di dunia saat itu. Jika NASCAR beradu cepat di sebuah sirkuit, Le Mans memilih jalanan desa yang sempit di daerah Prancis. Masalahnya, Ford belum pernah sekalipun ikut Le Mans. Di sisi lain, Ferarri sudah menjuarai Le Mans selama 4 tahun berturut-turut. Ford yang tidak berpengalaman membuat mobil balap, akhirnya menunjuk Carrol Shelby untuk dapat mengikuti kejuaraan Le Mans.

Rival abadi dari Jimmy Kimmel, Matt Damon hadir sebagai Carrol Shelby yang dulu menjadi pembalap dan harus pensiun karena jantungnya sudah tak mampu menahan adrenalin balapan. Ia memiliki perusahaan penjualan mobil bernama Shelbi American Inc. Menggunakan hanggar kecil sebagai bengkel dan tempat ia memodifikasi mobil yang ia jual.

Christian Bale memerankan seorang pebalap beraksen UK, Ken Miles, yang bergaya urakan dan tak mau diatur. Kemampuan? Jangan ditanya. Ken Miles adalah salah satu pebalap yang sangat paham mesin dan performa mobil. Wajah Christian Bale juga sangat mirip dengan Ken Miles yang asli.

Carroll Shelby dan Ken Miles adalah dua ahli balapan mobil yang sudah lama bersahabat. Film ini menunjukkan persahabatan mereka dengan sangat baik. Menengok kembali ke film Logan (2017) yang sukses membuat kita berkaca-kaca karena hubungan Wolverine dan X-23, kita bisa melihat Shelby dan Miles adalah partner terbaik yang dimiliki Ford.

Bukan hanya persahabatan, cerita keluarga Ken Miles juga ditunjukkan dengan sangat baik. Mollie Miles (Caitriona Balfe) dan Peter Miles (Noah Jupe) membuat Ken Miles jadi karakter yang benar-benar hidup. Bukan hanya di belakang setir mobil, tapi juga sebagai seorang suami dan seoran bapak.

Gemuruh mesin mobil jelas berbeda jika dinikmati di dalam ruang bioskop. Berbeda dengan franchise Fast and Furious yang lebih banyak aksinya, film ini menunjukkan balapan mobil yang sesungguhnya.

Tidak banyak kekurangan yang bisa saya temukan di film ini. Mungkin yang kurang dari film ini adalah Ford sendiri. Perusahaan mobil yang entah bagaimana bisa kehilangan martabatnya sebagai salah satu pembuat mobil terbaik di Amerika pada saat itu. Khususnya Henry Ford II. Entah memang karakter aslinya seperti itu atau tidak. Saya tidak mengerti sejarahnya. Tapi yang pasti, orang-orang Ford di film ini kebanyakan adalah orang-orang berjas yang hanya mementingkan industri dan kapital. Kumpulan pembujuk yang menghabiskan uang mereka di restoran-restoran mewah. Padahal judulnya Ford v Ferarri.

Ford v Ferarri mungkin lebih tepat jika diganti judulnya menjadi Shelby & Miles v Ford. James Mangold sukses membawa cerita bersejarah menjadi drama yang hangat sekaligus menegangkan. Penceritaan yang rapi membuat 2,5 jam sangat pantas dan tidak membosankan. Mungkin Christian Bale bisa mendapat nominasi Oscar berikutnya dari film ini.

Rating: 9/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s