Love for Sale 2 (2019)

[SPOILER ALERT!!]

Arini telah kembali!!!! Tagline kali ini cukup ambisius. “The Most Horror Love Story.” Menciptakan asumsi bahwa Arini akan kembali menjajakan cintanya dengan lebih brutal dari yang sebelumnya. Namun, apakah demikian?

Keluarga Sikumbang adalah keluarga Minang biasa yang punya masalah keluarga pada umumnya. Ibu yang ingin anaknya segera menikah, anak yang ingin mendapatkan kasih sayang ibunya, anak yang ingin bercerai, dan hubungan keluarga Sikumbang dengan tetangga dekatnya.

Andibachtiar Yusuf memilih perumahan padat penduduk dengan gang kecil dan warga yang cukup guyub. Berbeda dengan Love for Sale yang fokus di rumah Richard dan tempat percetakan, setting kali ini sedikit lebih luas dan menciptakan suasana yang lebih hangat.

Arini Chaniago (Della Dartyan). Masih menggunakan nama Arini, namun kali ini dengan nama marga. Bekerja sebagai seorang GFE dari perusahaan bernama Love Inc, Arini masih dengan persona yang manis, hangat, dan peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Entah ini bisa disebut sebagai profesional atau tak realistis. Mengesampingkan hal itu, Arini masih tampak memikat dengan senyuman khasnya.

“Pohon apa yang paling berani?”

Salah satu tebak-tebakan yang terlontar dari tetangga depan paviliun milik Ican (Adipati Dolken). Hanya sebuah tebakan, tapi adegan ini menjadi salah satu yang paling memorable. Cukup realistis dan berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh Ican sebagai anak dari seorang ibu Rosmaida (Ratna Riantiarno).

Cerita mulai berkembang dari sini. Tetangga yang ditemui Ican pagi itu menjadi titik balik dari Ican untuk mulai merengui hidupnya. Ican memutuskan untuk menyewa salah satu GFE dari Love Inc dan Arini muncul di depan pintu rumah keluarga Sikumbang.

Belum selesai masalah Ican, ada masalah dari Ndoy (Aryo Wahab) dengan istrinya, Maya (Putri Ayudya) , yang tidak terlalu disukai oleh Ibunya. Muncul juga masalah Buncun (Bastian Steel) yang akan bercerai dengan Endah (Tazkya Namya). Seperti yang saya bilang, layaknya keluarga pada umumnya.

Menemui Arini itu menyenangkan sekaligus menyakitkan. Kedatangan Arini mampu mengubah masalah-masalah yang dihadapi keluarga Sikumbang. Walaupun tidak semuanya. Apakah ini adalah film horror paling menakutkan? Belum tentu. Tergantung dari orang yang menontonnya. Namun, yang pasti, Arini adalah titik perubahan utama dari film ini.

Apa yang kurang adalah sosok kedirian Arini yang masih kurang digali. Memang diperlihatkan ada masa dimana Arini merisaukan hidupnya sendiri. Mengenang keluarga yang pernah dimiliki, tapi tak dijelaskan lebih lanjut. Hanya ada Etek Afadal (Roy Marten) yang membuka sedikit celah tentang masa lalu Arini yang masih misterius.

Apakah misteri ini akan tetap tak terungkap? Apakah sutradara dan penulis naskah berencana untuk membuat cerita Arini menjadi sebuah trilogi? Bisa jadi. Bagi saya, terkadang misteri tak selamanya harus dibuka. Ada saat dimana kita lega itu tetap menjadi sebuah misteri.

Akhir kata, terlepas dari cerita yang sebenarnya sederhana, Love for Sale 2 mampu memberikan beberapa pesan moral. Tak hanya tentang bagaimana mengelola kasih sayang antarpasangan, tapi juga hubungan antara keluarga, perpisahan, dan kematian. Menurut saya, Love for Sale 2 punya pesan moral yang lebih bermakna dan lebih bermakna untuk kalangan penerima pertanyaan “Kapan nikah?”.

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.

HR. Tirmidzi

Rating: 7.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s