Zombieland: Double Tap (2019)

[NO SPOILER]

Columbus punya puluhan aturan agar bisa selamat dari sebuah Zombie Apocalypse. Salah satunya adalah double tap. Peraturan nomer 2 yang tak boleh dilewatkan. Kita harus waspada dan menghancurkan bagian kepala zombie agar ia tak hidup lagi. Konflik film kali ini berbeda. Ada beberapa zombie jenis baru yang punya penanganan khusus.

Gaya storytelling (baca: bawel) yang dibawakan Jesse Eisenburg sebagai pembuka film kali ini lebih memikat. Hanya saja, karena sudah 10 tahun mereka bergelut di dalam ‘taman bermain’, Columbus tidak lagi merapal aturan-aturan yang ia buat sendiri.

4 karakter utama tetap mendapat porsi besar dalam film ini. Bedanya, kali ini mereka lebih sering bersama. Drama-drama kecil seperti Little Rock (Abigail Breslin) yang beranjak dewasa, hubungan Tallahassee (Woody Harrelson) dengan Little Rock, dan hubungan Columbus dengan Wichita (Emma Stone). Serta konflik-konflik lain yang akan kalian pahami lebih rinci jika menonton.

Karakter-karakter baru juga masih dinamakan wilayah-wilayah di Amerika Serikat. Penikmat Elvis, Hippie, dan beberapa karakter lain juga akan muncul untuk sebagai subplot baru.

Tapi tenang, Zombieland tidak meninggalkan inti utama cerita, yaitu sebuah taman bermain yang penuh zombie dan teknik-teknik membunuh zombie yang unik dan penuh sukacita. Zombie Kill of the Week dan Zombie Kill of the Year masih mewarnai rangkaian cerita. Tentu saja Columbus dan Tallahassee masih berdebat siapa yang layak mendapatkannya.

Secara mengejutkan, bukan cuman Tallahassee dan Wichita saja yang bikin penonton senyum-senyum sendiri, tapi ada Madison (Zoey Deutch), dengan guyonan bapak-bapaknya, menjadi salah satu scene stealer selama film diputar.

Mungkin yang kurang dari film ini adalah Little Rock. Berbeda dengan Little Rock jaman dulu yang masih menggemaskan dan masih bisa bikin guyonan polos khas anak kecil, sekarang ia sudah 10 tahun lebih tua dan sudah mulai beranjak dewasa. Mungkin saya saja yang kurang cocok sama candaannya. Bisa jadi orang lain justru lebih menikmati porsi Little Rock dalam film ini.

Film ini memang bukan film yang punya aftertaste kuat. Cocok untuk melepas penat di akhir pekan. Film ini sukses menghibur saya di tengah kejenuhan mempersiapkan studi berikutnya. Kapan lagi bisa nonton zombie penuh darah dan dilengkapi dengan guyonan-guyonan sarkas dan receh. Kalau memang sesuai dengan selera humor kamu, silakan nonton. Sepertinya masih ada promo tiket nonton buat satu orang. Mungkin bisa dimanfaatkan.

Rating: 8/10

P.S:
Oh iya, jangan beranjak dari kursi karena akan ada mid-credit scene.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s