Joker (2019): A Villain’s Journey

[SPOILER ALERT!!!]

Heath Ledger sempat didapuk sebagai salah satu karakter Joker terbaik yang pernah dimiliki penggemar DC. Kala itu, Christopher Nolan mampu meramu cerita trilogi Batman yang menampilkan 3 sisi Batman. Ketakutan, kekacauan, dan kehancuran. Joker muncul menjadi karakter yang menyulut kekacauan di kota Gotham. Menjadikan Batman kalah telak dalam pertarungan. Joker berhasil membuat Batman membunuh Harvey Dent.

Selepas kematian Heath Ledger beberapa tahun silam, kali ini, Joker hadir kembali dengan wajah dan pemain yang berbeda. Joaquin Phoenix menjadi pemeran utama dalam film besutan Todd Phillips yang berfokus pada kisah awal mula bagaimana Joker terbentur dan terbentuk.

Jika Marvel kerap memunculkan cerita hero’s journey yang secara garis besar memiliki motivasi, halangan, dan titik balik yang harus dilewati oleh si calon pahlawan, maka kali ini DC ingin sesuatu yang berbeda. Karakter ikonik yang sudah puluhan tahun menjadi rival abadi Batman, muncul untuk menyemarakkan dan menghancurkan taman bermain para pahlawan.

Mengisahkan seorang stand up comedian atau komika bernama Arthur Fleck yang memiliki penyakit pseudobulbar, yang membuat Arthur rentan untuk tertawa tak terkendali meskipun suasananya tidak lucu sama sekali. Tertawanya pun tidak terdengar menyenangkan. Sebaliknya, penonton dibuat tidak nyaman mendengar tawa Arthur yang terasa menyakitkan.

Joker karya Todd Phillips tayang perdana di Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2019. Mengawali bulan Oktober dengan salah satu film DC paling kelam yang pernah dibuat. Joker adalah orang ‘sakit’ yang ingin sembuh. Layaknya sebuah origin story, film ini menampilkan berbagai sisi kehidupan Arthur Fleck. Mulai dari kehidupan kerja, orang tua, asmara, dan kehidupan jalanan yang setiap hari ia temui. The stressful events are piling up.

Penny (Frances Conroy), yang diceritakan hanya ada di rumah sambil nunggu surat dari Thomas Wayne, adalah dalang dari semua kegilaan yang dimiliki Arthur Fleck. Penny Fleck yang mengidap hyper delusional narcissist, mengadopsi Arthur sebagai anak angkat agar bisa beralasan bahwa Thomas Wayne telah membuat hubungan spesial dengan Penny dan Penny telah melahirkan anak dari Thomas.

Akhirnya, setelah dipupuk bertahun-tahun, kegilaan itu akhirnya memuncak dan menemukan momentum untuk diluapkan. Momentumnya ada dua, yaitu saat Arthur membaca berkas riwayat psikologis yang diidap Penny di Arkham dan ketika Joker akhirnya menyelesaikan urusannya dengan Penny. Joker melihat ke jendela dan menemukan cahaya lagi dalam hidupnya. Joker tersenyum lega. Sisa cerita bisa kalian temukan dalam film.

Jalan cerita yang mudah dipahami, mampu membuat para penonton berempati. Kata mereka, “Orang baik adalah orang jahat yang tersakiti.” Bagi saya, Arthur sudah memiliki sifat jahat sejak awal. Bukan hanya faktor lingkungan yang membentuk, tapi juga faktor kedirian Arthur.

Mbak Hildur juga mampu membuat musik yang menyayat hati. Setelah menjadi korban dari mini-series Chernobyl, kali ini Hildur memainkan cello-nya untuk mendampingi cerita-cerita kelam yang dialami Arthur.

Mungkin film Joker bisa menjadi batu loncatan Joaquin untuk memenangkan Oscar berikutnya. Ketika Marvel disibukkan dengan membawa 40 lebih karakter superhero dalam ajang penghabisan di film Avengers: Endgame, DC melepaskan badut mereka untuk membuat kekacauan.

Oh iya, sebagai pengingat, kalau masih ada orang tua yang mendewakan egonya dengan mengajak anak kecil untuk menonton, boleh kita katakan kalau mereka adalah para Penny baru yang sudah cukup sakit. Bukan hanya pihak bioskop, tapi kalian yang membaca tulisan ini perlu mawas diri bahwa Joker adalah film untuk orang dewasa. Bahkan orang dewasa yang punya gangguan jiwa juga layak untuk ditemani agar tidak terpengaruh oleh adegan yang ditampilkan dalam film.

Akhir kata, Joker versi Joaquin Phoenix adalah cerita perjalanan tergelap dan tersedih dari salah satu penjahat sepanjang masa.

I used to think that life was a tragedy,
but now I realize… it’s a comedy.

Arthur Fleck a.k.a Joker

Rating: 9/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s