One Piece: Stampede (2019)

[NO SPOILER] Sebuah ulasan film.

Oda menelurkan cerita baru. Salah satu cerita paling ambisius dalam sejarah panjang cerita anime One Piece yang sudah menemani para penggemarnya sejak 20 tahun yang lalu. Animenya mengudara 2 tahun setelah manganya menjadi terkenal sejak 1997. Kali ini, Oda memberikan sebuah film yang padat dan tidak banyak basa-basi. Jauh berbeda dengan film-film One Piece yang sebelumnya.

Sebagai catatan, seperti biasanya, film ini tidak berhubungan langsung dengan cerita utama yang diceritakan di manga ataupun anime. Menariknya, Oda menyimpan petunjuk besar yang akan membawa One Piece menuju akhir cerita. Di samping itu, bagi yang ingin melihat intronya lebih awal, kamu bisa menonton anime One Piece episode 895 dan 896. Ada cerita-cerita kecil. Tapi kalau gak mau nonton episode filler ini juga gak masalah.

Film One Piece kali ini menceritakan seorang villain bernama Bullet yang dulu sempat menjadi kru Roger. Sakit hati karena ditinggal mati, akhirnya dia berusaha untuk menjadi orang terkuat sedunia. Bedanya dengan Luffy, dia berusaha sendirian. Tanpa nakama yang biasanya sudah jadi nilai inti dari Straw Hat Pirates.

Selain Bullet, ada juga karakter baru bernama Festa yang punya motif untuk menghancurkan seluruh kru bajak laut dengan mengadakan Festival Bajak Laut. Bersamaan dengan Bullet yang ingin menghancurkan semuanya, Festa menjadi dalang di balik kerusuhan massal yang terjadi di pulau favorit Roger.

Guyonan khas One Piece yang sudah pasti mampu mengundang tawa para penonton, khususnya para penggemar One Piece yang sudah lama mengikuti perjalanan Luffy dan karakter-karakter lainnya. Bagaimana beruntungnya Buggy, bagaimana bucinnya Boa Hancock, Smoker yang idealis, dan adegan-adegan lain yang pasti bakal kamu temukan di selipan film. Humor dan ratusan karakter yang hadir di film berdurasi 1 jam 41 menit ini sangat memuaskan penonton. Buat para fans sudah pasti bakal tepuk tangan di momen-momen khas One Piece.

Lagu nostalgia seperti Memories dan We Are menjadi ajang nostalgia untuk dinyanyikan di sela film. Lagu-lagu ini diputar di momen yang tepat, seperti biasanya. Mengiringi jalannya film yang ternyata sudah menemani kita cukup lama.

Sayangnya , yang kurang dari film ini adalah sosok Bullet yang kurang dibahas di awal film. Hanya ada secuil kisah dan motivasi yang membuat Bullet berbuat demikian. Begitu juga Festa. Jadi kurang berasa jahatnya.

Selain villain yang tidak terlalu dikenal, apa yang kurang dari film ini adalah durasi film yang terlalu pendek, sehingga tidak banyak membangun premis cerita. Mungkin karena memang film ini lebih mengarah ke action-packed movie. Jadi kita bisa puas dengan setiap adegan berantem.

Mengingat ini adalah sebuah fanservice kolosal, kamu bisa melihat berbagai adegan baku hantam yang sudah kamu idam-idamkan sejak karakter-karakternya mulai muncul di cerita utama. Memang porsinya tidak terlalu besar, namun setiap adegan masih cukup memuaskan.

Long story short, the Pirate Festival is no joke. An ambitious and colossal movie that will give you a huge hint to reach the end of the story. This is, by far, the best gift from Oda for all One Piece fans after these adventurous 22 years.

SUUUPPAAAA RECOMMENDED!!!

Rating: 9/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s