Midsommar (2019)

[NO SPOILER] Ulasan film buat cerita tesis di Desa Penari.

Ari Aster kembali menghantui para penggemarnya dengan film baru berjudul Midsommar. Setelah membuat film Hereditary yang bergenre horror-cult, Midsommar juga membawa misi yang sama. Pertanyaannya, apakah film ini mampu memenuhi ekspektasi para penontonnya?

Film ini menceritakan sebuah kisah pengerjaan tesis di Desa Penari. Beda dengan KKN di Desa Penari yang bertemu dengan penari yang berwujud ular, di film ini, kita disuguhkan kengerian lewat sorak sorai keriaan.

Pada dasarnya film ini adalah film patah hati. Ari Aster menyampaikan sendiri bahwa ia membuat film ini ketika sedang putus cinta. Film ini menjadi semacam obat untuk dirinya, sebagai sebuah katarsis untuk meluapkan segal emosinya. Hanya saja, karena ini Ari Aster, ia tetap meluapkannya dengan ciri khas.

Dani (Florence Pugh) menjadi karakter utama sekaligus inti cerita dari seluruh festival mematikan ini. Dengan tujuan dan halangan yang sudah dibangun di awal film, festival ini menjadi sebuah misteri bagi Dani. Apakah festival ini bisa membawa dirinya ke tujuan atau justru menjadi halangan untuk mencapai tujuan? Bisa dibuktikan sendiri dalam filmnya.

Bagi yang pengen melihat seluruh adegan ngeri di film ini, mungkin perlu menonton versi tanpa sensor agar bisa membandingkan beberapa adegan khusus yang terpotong oleh LSF. Mulai dari . 9 menit sensor yang diberikan LSF memang tidak terlalu mengganggu keseluruhan cerita yang disajikan selama 2 jam.

Kalau sudah nonton dan pengen ngerti ceritanya biar lebih jelas, kamu bisa baca artikel dari Business Insider yang cukup lengkap buat menjelaskan masing-masing karakter dan nasibnya di film ini. Terutama Dani dan Christian yang memang jadi karakter utama.

Sebagai penutup, tujuan Ari Aster untuk menunjukkan festival musim panas di daratan Swedia tergambar cukup detail. Tetap dengan durasi panjang seperti Hereditary, suasana pascanonton yang nggak nyaman, dan itu semua hadir di siang hari. Iya, meskipun udah jam 9 malem, mataharinya masih terang. Meskipun agak membosankan, dibanding Hereditary, akhiran cerita Midsommar masih punya pesan buat penonton. Film ini emang buat orang yang suka horror lambat.

Rating: 5.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s