It: Chapter 2 (2019)

[NO SPOILER] Sebuah ulasan film.

#ITEnds

IT: Chapter Two menjadi akhir dari rangkaian cerita antara kelompok pecundang melawan Pennywise, si badut pemakan manusia. Balon merah yang menjadi ciri khas Pennywise telah memenuhi kampung halaman mereka, Derry. Korban terus berjatuhan dan Mike tahu itu. Sudah waktunya mereka menuntaskan janji yang telah mereka buat 27 tahun lalu. Sudah waktunya menyudahi ketakutan mereka. Sudah waktunya menghadapi Pennywise.

Film dengan durasi 2 jam 48 menit ini akan menceritakan tentang bagaimana mereka menegaskan diri bahwa mereka bukan lagi kelompok pecundang. Menjawab tanda yang mereka torehkan sendiri di telapak tangan masing-masing. Pennywise sendiri juga sudah bersiap untuk melawan mereka. Pertarungan memang tidak terelakkan lagi.

Premis dan plot yang sederhana mampu diperkuat oleh karakter-karakter yang diceritakan secara detail. Film ini sangat bertumpu pada karakter yang dimainkan. Tak salah jika film ini memiliki aktor-aktor kenamaan seperti James McAvoy dan Jessica Castain. Casting director-nya sangat berbakat dalam menemukan pemeran tua yang mirip dengan pemeran mudanya. Termasuk kemampuan peran masing-masing aktor yang dipilih. Memberikan kesan yang sangat baik.

Persiapkan jantung kalian karena film ini akan memacu adrenalin dan aliran darah. Monster dan jumpscare akan menjadi makanan kalian. Menit demi menit. Siapkan tangan buat dipegang biar makin mesra. Atau kalau nggak ada tangan, bisa pinjem tangan penonton yang di sebelahnya. Pilihan terakhir, kalau memang bioskop sedang sepi dan tidak ada teman nonton, kamu bisa bawa tas yang peluk-able biar bisa difungsikan selama menonton film.

Scoring selalu menjadi senjata andalan untuk setiap film horror. Terutama bagi film horror yang menggunakan formula klasik. Selalu ada tekanan yang diberikan oleh musik yang dimainkan di setiap adegan. Termasuk dalam film ini. Scoring yang disajikan sangat mendukung aksi mereka.

Joke yang dilempar ke penonton menjadi buah penyegar untuk film yang begitu intens. Tertawa sekaligus tegang. Film ini sangat baik dalam menyisipkan humor, terutama yang dilempar oleh Richie (Bill Hader) dan Eddie (James Ransone). Kolaborasi mereka begitu mengikat dan selalu hit on the spot.

Bagi orang yang menggemari kisah buatan Stephen King, membaca buku-bukunya, dan mengenal dia dengan baik, mereka pasti akan tahu cameo Stephen King yang ada dalam salah satu adegan. Bahkan guyonan khas Stephen King yang disisipkan dalam beberapa adegan.

Kesimpulannya, film ini adalah sebuah film nostalgia, baik untuk karakter-karakter yang ada di dalam film maupun penonton yang duduk di dalam ruang bioskop. Kamu perlu nonton film IT yang pertama agar bisa lebih menikmati rasa tegang, tawa, dan kehangatan yang dihadirkan oleh kelompok pecundang dalam film ini. Sebuah nostalgia yang dapat menjawab ketakutan mereka.

Rating: 7/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s