Boboiboy The Movie 2 (2019)

[NO SPOILER] Sebuah ulasan film.

Berawal dari sebuah serial televisi di salah satu stasiun televisi Indonesia, saya mulai mengikuti cerita bocah bertopi oranye ini sejak dia menginjakkan kaki di negara kita. Di 3 season pertama, Boboiboy adalah anak kecil yang masih bersekolah di sebuah sekolah dasar. Ia hidup bersama seorang kakek yang kerap dipanggil Tok Abah. Boboiboy juga bertemu dengan Ochobot yang memberikan dirinya sebuah kekuatan super untuk mengendalikan elemen. Bersama Gopal, Ying, Yaya, dan Fang yang juga memiliki kekuatan super, Boboiboy berjuang bersama untuk melindungi cokelat milik Tok Abah dari serangan alien hijau berkepala kotak bernama Adu Du dan robot ungu kikuk bernama Probe.

Beranjak dewasa, serial televisi tersebut berubah nama menjadi Boboiboy Galaxy. Masih dengan karakter protagonis dan antagonis yang sama, Boboiboy kali ini beraksi dengan cerita yang lebih luas. Ochobot ternyata bukan satu-satunya robot yang bisa memberikan kekuatan super. Ada banyak sekali robot-robot mungil nan menggemaskan yang bisa ditemukan di berbagai planet di belahan galaksi. Cerita meluas dan memberikan divisi storyboard untuk menambahkan karakter-kakakter baru. Baik itu protagonis maupun antagonis.

Salah satu karakter baru yang akan menjadi villain utama dalam film ini adalah Retak’ka. Alien yang mendaku sebagai pemilik asli dari kekuatan elemen yang dipegang Boboiboy saat ini. Konflik film ini akan fokus kesana.

Oke, masuk ke ulasan film.

Pasukan TAPOPS, sebuah pasukan yang bertugas melindungi power sphere dari orang jahat, telah dikalahkan oleh Retak’ka. Di samping itu, Retak’ka juga berusaha melengkapi 7 elemen yang ingin dia kuasai. Boboiboy bersama timnya, bertarung melawan Retak’ka dan anak buahnya. Adu Du juga menjadi salah satu karakter penting dalam pertarungan. Ada guyonan khusus yang hanya bisa dinikmati apabila sudah menonton film Boboiboy yang pertama.

Ada beberapa tokoh baru yang diperkenalkan dalam film ini. Selain Retak’ka, ada Pipi, bocah menggemaskan yang merupakan anak dari Papa Zola. Ada beberapa karakter lain yang juga akan Anda temukan sepanjang film. Pipi menjadi salah satu karakter penting yang akan menghidupkan suasana dalam cerita.

Dari segi musik, soundtrack yang dimainkan tidak terlalu bisa saya nikmati. Tapi BGM nya tetap sesuai. Sebuah ciri khas yang tidak mungkin dilepaskan dari serial Boboiboy dan filmnya.

Dari segi cerita, menurut saya film ini masih lebih baik dibandingkan dengan film yang pertama. Retak’ka masih lebih kuat dan lebih seru untuk dijadikan antagonis dalam film ini. Di samping itu, sub-plot yang misterius yang disajikan juga membuat para penonton penasaran. Ada post-credit scene yang tidak boleh dilewatkan. Saya yang hampir keluar dari bioskop untungnya masih sempat untuk menonton. Jadi jangan kelewatan ya.

Apakah kalau mau nonton film ini harus nonton film-film sebelumnya? Sebenarnya dengan membaca penjelasan saya di atas, rasanya sudah cukup untuk bisa menikmati film ini. Toh ini juga film anak-anak yang mudah dicerna.

Secara keseluruhan, film ini bisa memberikan nostalgia setelah lama tidak menikmati serial Boboiboy di YouTube. Film ini juga menjadi pembuka jalan untuk cerita-cerita baru. Meluaskan semesta karakter dan plot yang selama ini masih belum terjawab. Boboiboy 3? Kita tunggu saja.

Rating: 7/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s