Orang Kaya Baru (2019)

[NO SPOILER] Sebuah ulasan film.

poster orang kaya baru the movie

Kalau bukan karena penulisnya Joko Anwar, mungkin saya nggak bakal tertarik untuk memutuskan nonton film ini. Mungkin saya bakal nyimpen dulu sampai Alita: Battle Angle tampil bulan depan. Sebab dari sekian banyak film Indonesia yang memenuhi bioskop Indonesia di bulan Januari, film ini kayaknya bakal ngasih beberapa hal penting. Biar budget filmnya juga nggak bikin ngelus dada ketika kredit udah naik di layar.

Berbeda dengan premis keluarga cemara yang menceritakan sebuah keluarga kaya yang mendadak misqueen karena utang, orang kaya baru menceritakan keluarga misqueen yang mendadak kaya karena bapaknya pura-pura jadi orang misqueen. Slice of life gitu ceritanya.

Ada komedinya juga. Satu hal lagi yang mirip dengan Keluarga Cemara. Bahkan tanpa embel-embel komika. Jarang-jarang ada film komedi lucu yang nggak dimainin sama komika. Salut buat sutradara sama yang bikin naskah ceritanya.

Memang dalam film ini ada bagian-bagian komedi yang agak garing. soalnya menurut saya komedi emang butuh karakter. layaknya srimulat yang tiap pemainnya punya nilai lebih dan mudah dikenali, akting kocak masing-masing karakter terbantu dengan adegan yang ditulis rapi oleh mas Joko Anwar.

Nggak jarang komedi yang dihadirkan juga memberikan senyum getir sebab sebegitu ribetnya hidup orang-orang kaya yang hanya memnetingkan harta dan popularitas. nilai moralnya kena banget untuk poin yang satu ini.

Duta (Derby Romero, Tika (Raline Shah), dan Dodi (Fatih Unru) juga punya dukanya masing-masing dalam pergaulan mereka. Sumber ekonomi memang jadi problem utama dalam hidup. Mungkin kehidupan di Jakarta memang sebegitu kerasnya. Sebab kalau di Malang kayaknya saya belum pernah liat orang yang bener-bener ngejek setengah mati kalau ada orang lain yang tingkat ekonominya nggak setinggi mereka. Ya…. sepertinya saya belajarnya masih kurang jauh.

Akting paling kentara dan membekas tentu saja dari Bapak dan Ibu. Peran yang dimainkan oleh Lukman Sardi dan Cut Mini yang bikin saya paling ngakak. Walaupun sentral cerita ada di mbak Raline Shah, tapi justru yang nyolong atensi memang akting dari mereka berdua.

Adegan-adegan seperti rebutan mandi, nyemplung di bak, dan motor mogok jadi cuilan-cuilan adegan yang menggambarkan kesederhanaan keluarga mereka. Udah ada di trailer kok. Tenang aja. Saya nggak spoiler.

Poin penting lain…. mbak Raline Shah cantik pake banget. Saya kira, mau dilihat gimana pun, dia nggak cocok buat jadi orang misqueen. udah gitu aja. Bagi orang yang nggak pernah ngerasain nggak punya uang, mungkin film ini akan kurang membekas. Raline Shah sendiri bilang kalau akting jadi orang misqueen itu susah.

Terakhir, nilai moral yang disampaikan sebenarnya sederhana. Tapi memang perlu buat orang-orang yang kadang nggak menghargai kerja keras dan kondisi ekonomi. Memaksakan pengeluaran dan gaya hidup yang sebenarnya nggak sesuai dengan kondisi mereka sendiri. Sepakat bangetlah kalau soal pesannya. Terima kasih pak sutradara, penulis naskah, dan seluruh kru yang berkarya!

Duit dikit itu cukup, kalo banyak.. nggak cukup.

Bapak

Rating: 7.5/10

P.S.
Teaser Gundalanya gokil!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s