Puncak Budug Asu

Pertama kali saya mendengar tempat ini, saya langsung berpikir untuk menyimpannya dalam daftar wisata. Saya mendengarkannya dari kawan saya yang sudah sempat menginjakkan kaki di sana. Memang sebuah tempat menginap dan salah satu medan untuk bermain offroad. Bagi yang suka offroad sudah pasti bakal suka sama tempat ini.

Sebagai referensi, tempat ini menyuguhkan pemandangan yang menarik (kalau dilihat dari Google Map). Tapi saya belum tau ada apa saja. Maka dari itu saya tidak berharap banyak.


Jumat, 18 Januari 2019

Awalnya, saya hanya diajak main kawan saya karena dia sedang liburan. Sedangkan saya hanya ada waktu saat ujung pekan. Belum ada wacana bakal berangkat kemana. Tempat akan ditentukan pas hari H. Jadi milih tempatnya nanti nggak mungkin jauh-jauh juga.

Mengingat budget yang nggak banyak, saya butuh short escape yang nggak makan biaya besar, tapi masih worth it buat dijalani. Mumpung masih awal tahun dan ada waktu sedikit sebelum fokus ke rencana tahun ini.


Sabtu, 19 January 2019

Sesuai dengan namanya, Budug Asu dikelilingi beberapa anjing. Tapi anjingnya nggak terlalu galak dan memang sudah dipelihara oleh warga sekitar. Cukup jangan dekati kawanan mereka dan kamu nggak bakal diserang tiba-tiba.

Anjingnya tentu anjing hutan. Bukan anjing-anjing macam Golden Retreiver atau Bulldog. Bagi yang suka anjing mungkin bakal suka melihat mereka di sepanjang perjalanan.

Buat Persiapan

Biaya tiketnya cuman 10k. Ada warung beberapa warung, tapi nggak semuanya buka. Waktu saya kesana cuman warung di parkiran dan di loketnya saja yang masih buka. Selainnya tutup. Mungkin karena musim hujan dan sedang sepi pengunjung. Kamu nggak perlu bawa bekal banyak kalau mau kemari. Kecuali kalau mau nginep. Mungkin bakal butuh tambahan logistik.

Kalau mau makan bisa pesan Popmie, mie biasa, atau roti. Kalau di puncak bukit sebenarnya ada tempat untuk pesan nasi pecel, rawon, dan semacamnya. Tapi karena kemarin nggak buka, jadi saya belum bisa pastikan. Yang pasti, asalkan bawa uang cukup (mungkin sekira 30k), kamu bisa puas pulang pergi ke tempat ini.

Perjalanan

Estimasi perjalan dari tempat parkir ke loket mungkin sekira satu jam. Tapi jalannya cukup landai dan berbatu. Jadi nggak perlu khawatir bakal capek banget. Bahkan saya ketemu beberapa mbak yang pake rok dari naik sampai turun lagi.

Sesampainya di loket, ada dua jalur yang bisa kamu tempuh buat sampai ke puncak. Jalan memutar yang lebih landai dan jalan yang cukup curam. Untuk jalan landai panjangnya sekira 2,5km, jadi kamu perlu waktu sekira satu jam untuk sampai ke puncak. Sedangkan kalau jalan yang curam jaraknya 800m. Cukup menempuh 20-30 menit. Tapi ya gitu, naiknya lumayan berat. Apalagi kalau hujan. Lumayan licin dan agak bahaya buat yang belum terbiasa dengan medan seperti ini.

Di puncak bukit, saya pikir pemandangannya akan biasa-biasa saja. Apalagi waktu saya ke sini kemarin sedang hujan deras. Ada banyak kabut yang menutupi landscape. Ternyata pemandangannya luar biasa. Sayangnya saya nggak ambil banyak foto kemarin. Kamu bisa dateng kesini sendiri. Trust me, you have to visit this place.

Oh ya, pastikan juga kamu bawa jas hujan ketika ke sini. Khususnya kalau mau datang pas musim hujan.

Perjalanan semacam ini bikin kepala saya lebih enteng. Lebih gampang buat mikir rencana-rencana ke depan. Mungkin saya perlu jadwalkan dua minggu sekali buat ke tempat-tempat semacam ini tiap akhir pekan. Olahraga dan olahjiwa sekaligus. Tinggal ngatur jadwal dan keuangan aja.

Wajar kalau segelintir orang kota mau untuk membayar mahal agar bisa merasakan kesunyian dan keindahan alam yang ada di Indonesia. Nggak hanya bangga, tapi juga perlu untuk tetap bertanggung jawab. Setiap harga yang dibayarkan juga harus diikuti oleh perilaku penuh kesadaran dan rasa empati. Sehingga setiap tempat yang dipijak tetap bisa dinikmati hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

budug asu
In frame: Fauzie Ardiansyah
Photo by Al Harkan

I guarantee the reward when you reach the summit.
As long as it’s not foggy, you will face the God’s symphony.
A stunning landscape from a short escape.

Fauzie Ardiansyah

Tempat ini masih layak untuk dikungjungi lagi. Paling setelah lebaran saya bakal mengagendakan buat datang ke sini lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s