Twiceland (2018)

Film dokumenter pertama yang saya tonton tahun ini. Twice merupakan idol group dari Korea pertama yang membukakan jalan saya untuk menjelajahi dunia KPop. Dunia yang saya tidak pernah saya sangka bisa saya nikmati juga hingga saat ini.

Saya pikir ini film dokumenter ini akan menjadi se-epic Coldplay: A Head Full of Dreams, tapi nyatanya tidak demikian. Film ini semacam ini memang membutuhkan sutradara film khusus dibanding dengan JYP yang menurut saya lebih ahli dalam bermusik.

Saya berekspektasi bahwa cerita yang disajikan berkisar seputar kegiatan-kegiatan di balik layar. Sebab menurut saya hal tersebut bisa menjadi nilai jual yang besar. Beberapa footage ketika membuat lagu, latihan dance, dan detail-detail kecil yang mungkin terlewatkan oleh penggemar. Video-video pendek yang disambung menjadi montase bisa menjadi sebuah film dokumenter yang lebih kuat kedekatannya.

Sejak awal, kita akan disuguhkan dengan lagu-lagu hits milik Twice yang sudah sering hinggap di telinga. Hanya saja aransemennya berbeda-beda. Begitu pun koreografinya. Satu poin awal yang bisa dinikmati.

Mungkin film ini akan lebih terasa untuk orang-orang yang sudah nonton dan mengikuti tur mereka secara langsung. Tapi bagi orang-orang yang cuma menikmati lagu-lagu mereka lewat Spotify, YouTube, dan VLive karena masih misqueen, film ini kurang memiliki kedekatan emosional untuk bisa membuat kita merasakan kebahagiaan, keceriaan dan rasa haru. Mungkin ada, tapi tidak sebesar fans yang sudah ikut menyemarakkan konser mereka.

Memang tidak sepenuhnya mengecewakan. Saya masih suka bagian emosional di akhir cerita. Khususnya ketika mereka menyanyikan Be as One di atas panggung dan ketika medley keseluruhan lagu hits dimulai. Bagi saya, dua hal tersebut yang paling menarik untuk ditonton di layar besar.

Saya pikir nggak usah dikasih rating. Dinikmati saja. Toh nggak semua pembaca suka Kpop hehehe.

P.S.
Semoga akan ada film dokumenter Twice seperti ini lagi, tapi dengan kualitas sinematografi dan penceritaan yang jauh lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s