Keluarga Cemara (2019)

[NO SPOILER] Cuma ulasan sederhana.

Sumber: nontoners.com

Temanya memang bukan nostalgia karena saya belum pernah baca ceritanya di majalah ataupun nonton sinetronnya sama sekali. Jadi ini murni pengalaman pertama saya bertemu dengan semesta Keluarga Cemara. Lengkap dengan rumah dan becak tua mereka.

Bukan kok, ini bukan soal keluarga kaya raya yang doyan pamer kekayaannya di YouTube. Cerita Keluarga Cemara memang jauh dari hingar-bingar kota dengan segala kemewahannya. Keluarga ikonik karya Pak Arswendo yang mengajarkan bahwa kesederhanaan itu nggak melulu tentang kesedihan.


Sebagai film pertama di tahun 2019 yang saya tonton, saya memilih film ini dibanding Dreadout murni karena ada mbak Zara JKT48 karena faktor budget terbatas, waktu, dan memang sudah direncanakan sejak awal kali film ini ngeluarin promosinya.

Sebenarnya konflik yang dihadirkan dalam film ini nggak muluk-muluk. Perjuangan setiap unsur dalam keluarga yang harus saling menguatkan dalam setiap ujian hidup. Sudah. Sesederhana itu.

Saya suka cara film ini menyelipkan humor-humor kecil untuk menambali setiap getir hidup yang ada di sepanjang film. Jadi filmnya nggak melulu sedih, pun nggak melulu ketawa juga. Porsi drama dan komedinya pas.

Asri Welas, Geng Euis, dan Kang Romli juga semakin memperkaya rasa yang disajikan. Guyonan khas daerah Sunda masih bisa dinikmati tanpa perlu mikir banyak-banyak. Pas harus ngelucu ya ngelucu. Pas harus ngasih drama ya ngasih drama yang sip.

Tentu saja, film ini juga batu loncatan buat Ara (Widuri Putri) dan Euis (Adhisty Zara) yang masih terbilang baru dalam industri perfilman. Keduanya, walaupun minim dialog bersama, mereka bisa saling mengisi ruang drama sekaligus komedi yang disajikan dalam film ini. Natural dan tanpa minus.

Menurut saya, keduanya punya andil besar untuk menghidupkan film ini. Kepolosan dan tingkah menggemaskan mereka berdua patut diapresiasi. Bahkan saya pikir layak kalau di tahun ini kalau mereka berdua atau setidaknya Ara mendapatkan Piala Citra.


Saya bersyukur karena industri perfilman Indonesia semakin baik setiap tahunnya. Memang ada beberapa film yang masih asal bikin dan hanya memenuhi target perusahaan tanpa mempertimbangkan nilai cerita yang diberikan. Namun juga semakin banyak sineas, pengulas independen, dan tentu saja penonton yang semakin cerdas memilih film-film mana saja yang layak ditonton.


Ah iya, satu hal yang saya sayangkan dari film ini adalah…… saya lupa bawa tisu…… :’)

Mumpung masih ada di bioskop buat minggu ini, mungkin kalau suka film drama keluarga dan punya sumber daya buat nonton, monggo ke bioskop. Bakalan jauh lebih baik kalau nontonnya sama keluarga.

Ah, jadi kangen punya keluarga.

Rating: 8.5/10

2 thoughts on “Keluarga Cemara (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s