Hallyu

Berkali-kali dihujami Korea di TV dan radio tiap hari membuat saya punya rasa penasaran lebih. Belum lagi berita-berita di TV yang tak jarang punya segmen khusus untuk membahas gelombang budaya populer ini. Tak lupa boygroup macam Bangtan Boys dan bala tentaranya yang sudah sering malang-melintang di jagad Trending Topic. Semua “serangan” yang saya hadapi membuat saya kepengen ngulik lebih dalam.

Berbekal YouTube dan Spotify, saya mulai dari salah satu idol group yang cukup terkenal. Makin penasaran, saya mulai lompat ke beberapa idol group lain. Bahkan sempet nyari yang akustik macam Akdong dan 10cm. Penyanyi solo seperti Gummy dan IU juga sempat masuk playlist. Yah, sekarang sudah terverifikasi bahwa selain lagu Indonesia, barat, dan anime, saya mulai memfavoritkan lagu dan penyanyi Korea juga.

Soal Musik

Dari buku dan film, saya belajar kalau setiap lembar buku maupun scene film selalu ada cerita di belakang layar. Nggak ingin sekadar menikmati lagunya, saya juga pengen ngelihat sedikit gimana kerja kerasnya para penyanyi di Negeri Ginseng yang sampai bikin gelombang budaya yang begitu luar biasa.

Lompat dari satu audisi ke audisi lain sudah menjadi hal yang biasa untuk para remaja, bahkan yang masih anak-anak sekalipun. Nggak hanya berbekal tampang, setelah lolos, mereka bertahun-tahun latihan dulu sebelum benar-benar bisa masuk ke industri yang asli. Bahkan nggak jarang yang mengorbankan aspek akademis buat ngejar cita-cita masing-masing. Pendek kata, trainee memang di sana kalau mau berkarya emang niat banget.

Dari segi industri Indonesia, saya berharap industri musik Indonesia bisa seperti mereka. Nggak hanya elemen produksi seperti agensi dan artis, pemerintah juga punya andil buat meningkatkan produktivitas dan mengarahkan ke karya-karya yang membangun pembangunan. Termasuk juga sistem pencegahan pembajakan, penanganan hak cipta, royalti, dan juga yang tak kalah penting adalah tidak meninggalkan musik asli Indonesia.

Fans

Selain tiga elemen di atas, yang tak kalah penting adalah fans. Sistem penggemar di Korea (yang resmi) juga punya andil besar dalam menyukseskan hallyu. Nggak tanggung-tanggung, tiap agensi punya cara buat meraih hati para penggemar. Mulai dari debut, showcase, comeback, hingga album yang model biasa sampai repackaged. Produksi lightstick, reality show, dan event fanmeeting juga jadi magnet buat mengeluarkan uang lebih banyak. Bagi saya, nggak salah kalau hallyu punya efek yang signifikan di berbagai belahan dunia.

Acara TV

Di samping acara TV Indonesia yang kian hari kian susah dinikmati, acara TV di sana menawarkan wajah yang berbeda.

Acara Musik

Dibanding di Indonesia yang acara menyanyinya lebih banyak porsi komedi ketimbang nyanyinya sendiri, tentu acara di Korea punya magnet yang jauh lebih menarik minat saya di dunia musik. Memang bukan musisi, saya puas menjadi konsumen musik-musik berkualitas. Dengan track record gelombang budaya Korea yang sudah dibangun sejak sebelum tahun 2000an, kualitas penyanyinya mereka tentu bukan persoalan. Bertahun-tahun menjadi trainee dan akhirnya mengeluarkan lagu masing-masing menjadi salah satu pijakan acara musik mereka tetap bertahan.

The King of Mask Singer dan Fantastic Duo adalah dua acara menyanyi yang beberapa kali saya ikuti. Nggak harus nebak siapa di balik topeng atau siapa yang dipilih jadi teman duet, tapi cukup nikmati warna dan harmoni musik mereka.

Variety Show

Bukan hanya musiknya, saya pun mulai mencari acara-acara TV.  Acara-acara yang akhir-akhir ini sedang saya ikuti seperti Knowing Bros, Weekly Idol Season 1, dan juga Idol Room. Walaupun hanya bintang tamu yang saya tahu saja yang kerap saya tonton.

Sisi Gelap

Bukan cuma soal rupa dan kemampuan saja, nggak lengkap kalau sisi gelap hallyu juga nggak ikut dilihat. Sisi gelap dari dunia kompetitif para penghibur dan selebritas yang bisa mengkonsumsi siapa saja. Terakhir yang saya tahu, akhir tahun lalu juga ada salah satu anggota band yang bunuh diri karena depresi. Satu pelajaran lagi yang bisa membuat saya lebih menghargai kerja keras dan mensyukuri setiap ujian dan pujian yang saya dapatkan. Setenar dan sesukses apapun, setiap orang punya sisi gelap masing-masing yang mau tidak mau harus dihadapi.

Penutup

Musik punya caranya sendiri untuk njejeli kita banyak hal, mulai dari lagu anak yang super simpel sampai lagu orang dewasa yang seringnya bicara soal romansa. Bertahun-tahun melihat musik Korea sebagai warna musik yang tidak begitu saya pahami, sekarang saya mengerti kenapa sampai ada orang-orang yang begitu fanatik (bahkan kadang agak nderawasi). Saya sadar bahwa bukan soal negaranya, tapi soal musiknya. Sesederhana itu.

2 thoughts on “Hallyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s