Fauzie Ardiansyah

Kesempatan 40 Hari

Sudah hampir 6 bulan berjalan di tahun 2018 ini. Termasuk bulan Ramadhan yang sudah ditunggu-tunggu sejak awal Januari lalu. Berakhirnya bulan Ramadhan juga berarti terselesaikannya satu resolusi tahun ini. Membuat karya-karya baik buat orang-orang di Malang dan memperbaiki diri seoptimal mungkin.

Jujur saja, saya hanya merencanakan untuk jadi relawan di salah satu yayasan di Malang dan membantu dengan kemampuan yang saya bisa. Beruntungnya saya, karena saya diberikan pekerjaan yang tidak terlalu saya kuasai. Sebenarnya sederhana hanya mengambil gambar, mengedit gambar, dan membuat video. Tugas pertama tidak ada masalah. Tantangan justru hadir pada tugas kedua dan ketiga.

Masalah hadir ketika saya harus membagi waktu antara pekerjaan profesional dengan tugas sebagai relawan. Memulai kerja lebih pagi, mengurangi jam istirahat siang hari, berangkat ke tempat yayasan setiap sore, dan mengakhiri hari sekitar jam 10 malam setiap hari.

Belum lagi bertemu dengan adik-adik yayasan yang kadang menyenangkan, kadang menggemaskan, dan kadang juga membuat emosi memuncak. Asam manis jadi relawan pada tahun ini cukup membekas dan membuat saya bisa lebih mengenal banyak hal, banyak orang baru, banyak kondisi warga yang belum layak, dan adik-adik yang perlu dibina lebih tekun dan dengan orang yang lebih ahli lagi.

Beberapa hari ini sudah mulai kangen dengan suasana seperti itu. Walaupun terkadang cukup bikin panas hati dan kepala, ada momen-momen ketika mereka memberi inspirasi secara tidak langsung buat saya. Semoga saya dan kawan-kawan saya bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan lagi tahun depan. Aamiin.

Hari Kemenangan

Hari kemenangan bisa berarti banyak jika dilihat dari berbagai sudut pandang. Bagi saya sendiri, mengoptimalkan waktu 29-30 hari di bulan Ramadhan untuk mencari ilmu dan pahala sebanyak mungkin, serta menghindari dosa sebisa mungkin adalah kemenangan.

Tapi kemenangan itu bukan untuk disimpan sendiri, tapi dibagi, dirasakan bersama dengan orang lain. Bersama orang-orang yang memang niat untuk sudah lama menunggu momen Ramadhan dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Fauzie Ardiansyah

Ada dua hal yang akhirnya membuat saya memutuskan menggunakan dua nama belakang saya untuk disematkan dalam setiap tulisan atau media lain. Fauzie yang berarti kemenangan dan Ardiansyah yang berarti Raja Bumi. Raja Bumi bukan satu orang, tapi semua orang yang mengetahui.

Menggunakan nama terakhir saya sebagai doa dan misi dalam sisa masa hidup saya. Menjadi pemain utama maupun pendukung agar setiap manusia bisa merasakan kemenangan dan kesejahteraan secepatnya. Entah akan terlaksana sampai selesai atau tidak. Namun setidaknya harus tetap usaha.

Semoga setiap amalan dan ibadah puasa kita diterima dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Saya juga memohon maaf apabila ada kesalahan yang pernah dilakukan. Terima kasih atas kesempatannya.

Selamat lebaran dan lebar-an!

2 thoughts on “Fauzie Ardiansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s