Proyek Menulis Layaknya Proyek eKTP

Menulis

Sudah sebulan lebih semenjak tulisan terakhir dibuat. Rencana yang harusnya mau rutin menulis harus ditunda karena rencana yang lain. Proyek nulis ini seperti eKTP yang tak kunjung ‘e’. Rencananya mau membuat ID Card kekinian, tapi uangnya malah dikorupsi besar-besaran. Dan masih satu dalang besar yang baru kena. Proyek triliyunan tidak mungkin hanya dimotori seorang diri saja.

Terlebih lagi, plastic yang kita dapatkan sekarang hanya beda jenis saja dengan yang sebelumnya. Menurut saya, tidak seharusnya ada kata ‘e’ di depan. Toh kita juga tidak bias menikmati fasilitas daring dari kartu identitas buatan negara itu.

Tapi sudahlah… Masalah lain terus bergulir. Kasus-kasus lain seperti terorisme, suhu politik yang kian hari kian panas, dan bulan Ramadhan yang sudah menginjak hari ketujuh. Daripada semakin tidak relevan, lebih baik kita bahas masalah yang terakhir saja.

Kesempatan Lain

Di tahun ini, saya masih mendapatkan kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Bermanfaat bagi orang lain layaknya apa yang disabdakan oleh Beliau. Kegiatan-kegiatan yang sangat menguras tenaga dan membutuhkan waktu banyak. Sampai-sampai draf-draf saya harus dikesampingkan dulu.

Sudah hamper dua minggu saya kembali mengikuti kegiatan relawan di salahs satu yayasan di Malang. Bertemu dengan banyak sekali bocil-bocil baru dan orang-orang baru. Tugas saya sebenarnya juga cukup sederhana, tapi tetap ada tantangannya juga. Menjadi juru kamera untuk setiap kegiatan yang diadakan. Menenteng kamera DSLR mungil setiap hari. Sesekali saya juga mengajari anak-anak yang tertarik untuk belajar fotografi. Walaupun saya juga tidak terlalu ahli di bidang tersebut, setidaknya membagi pengetahuan tentang cara memegang kamera, menekan tombol shutter, mengatur focus lensa, mengarahkan kamera, mengatur jarak dan sudut pandang, dan memperlihatkan hasil foto cukup membuat saya bersyukur.

“Ada yang masih bisa dibagi pada orang lain.”

IMG_0271

Satu tugas lainnya adalah mengabadikan momen membagi takjil sekitar 1,5 jam sebelum berbuka. Setelah ‘pulang kerja’ (saya kerja di rumah), saya langsung melesat ke kantor yayasan dan mempersiapkan kamera dan makanan yang hendak diberikan. Beruntungnya saya, karena bisa melihat kondisi daerah sekitar Sudimoro (alamat kantor yayasan), mulai dari dhuafa, lansia, dan juga janda-janda yang kurang beruntung.

Dulu, ketika saya menyempatkan belajar bahasa tubuh, ekspresi senyum adalah hal yang paling mudah dipelajari dan diingat. Pelajaran itu tampak jelas ketika saya mengabadikan momen pemberian 25 nasi boks setiap hari. Memang masih ada sekitar 22 atau 23 hari lagi. Namun siapa tahu, belum tentu saya bisa hadir di hari kemenangan umat Muslim. Setidaknya seluruh kegiatan ini selalu mengingatkan saya agar tetap mensyukuri nikmat yang ada. Mengurangi segala keluh kesah yang terkadang membutakan kita terhadap apa yang kita punya.

Di samping itu, memanfaatkan waktu di samping kesibukan kerja untuk sekadar berbagi sangat membahagiakan. Saya pikir lebih membahagiakan ketimbang berbuka bersama teman-teman di kafe atau tempat tongkrongan kekinian (nggak ada yang ngajakin juga kali, Zie). Mengurangi jumlah menit media sosial dan menambah menit menjadi manusia sosial. Manusia seutuhnya.

Terlepas dari kegiatan seru ini, proyek menulis sepertinya harus diatur ulang jamnya. Tanpa mengurangi waktu istirahat yang sepertinya selalu kurang setiap harinya. Dimulai dengan pemanasan membuat tulisan di blog butut ini.

Kudu produktif!

2 thoughts on “Proyek Menulis Layaknya Proyek eKTP

  1. Sesungguhnya bukber itu aktivitas instagramable, masa mau kalah sama tarawih di Monas 😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s