Categories
Jurnal Pensieve

Slamet

Setelah hidup selama hampir 23 tahun, akhirnya saya menemukan seseorang dari negeri sendiri yang bisa menjadi role model dalam hidup saya. Bukan lagi tokoh fiksi dalam varian game Final Fantasy yang sering saya mainkan ataupun dari cerita novel, komik, bahkan film. Bukan juga dari ceruk lain di dunia. Beliau adalah orang Indonesia.

Namanya R. Slamet Iman Santoso. Akrab dipanggil Slamet oleh kawan dan kerabat. Sempat hampir meninggal ketika baru lahir karena terbungkus oleh selaput-yang-saya-lupa-namanya (seriously, what is that thing again?) dan akhirnya bisa berhasil diselamatkan. Mungkin itu yang menginspirasi kedua orang tua beliau dan akhirnya menyematkan nama Slamet sebagai identitas.

Waktu saya membaca autobiografi beliau, jujur saja, saya kurang nyambung dengan apa yang disampaikan. Bukan karena penyampaian yang rumit, tapi lebih kepada kondisi zaman yang jauh berbeda. Beliau hidup sejak zaman Belanda, proklamasi kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, reformasi, hingga tahun 2000an sebelum akhirnya beliau menyelesaikan perjalanan hidupnya.

Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, yang menurut saya memenuhi kriteria ideas worth spreading.